img_head
SEJARAH PENGADILAN NEGERI LHOKSUKON

Sejarah Pengadilan Negeri Lhoksukon

Telah dibaca : 591 Kali

Pengadilan Negeri Lhoksukon berdiri zaman belanda tepatnya pada tahun 1942 dengan nama Pengadilan Rakyat kemudian pada tahun 1945 Pengadilan Rakyat yang ada di Lhoksukon yang dibangun oleh Belanda dirubah nama menjadi Mahkamah Rakyat yang seterusnya pada kemerdekaan Indonesia 1945 nama ibu berubah kembali menjadi Pengadilan Negeri.

Pada sedianya Pengadilan Negeri Lhoksukon ini berada di Ibu Kota Kewedanan Pengadilan Negeri Lhoksukon sebagai salah satu Pengadilan tertua di Aceh, pada dasarnya diperuntukkan untuk pemeriksaan perkara-perkara publik yang menyangkut kepada kesejahteraan dari suatu daerah (Lhoksukon) saja kemudian dengan kemerdekaan RI pada tahun 1945 Peradilan mengalami kemajuan, sehubungan dengan ini Pengadilan Negeri Lhoksukon juga mengadili perkara-perkara yang sifatnya tidak lagi menjurus kepada suatu penentuan hukum rakyat saja dan sudah mulai memeriksa perkara-perkara yang menyangkut kepentingan Publik, baik itu perdata maupun pidana. Pengadilan Negeri Lhoksukon mulai memeriksa perkara-perkara secara continue sejak tahun 1946 dibuktikan dengan masih terdapat berkas perkara yang terdapat dalam Register perkara tahun 1946.

Kantor Pengadilan Negeri Lhoksukon berdiri pada tahun 1873 dengan luas Areal 329,626 Km per segi dan meliputi 852 desa dan yang termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Lhoksukon mencakup 27 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Sawang, Muara Batu, Dewantara, Nisam Banda Baro, Nisam Utara, Kota Makmur, Simpang Keuramat, Syamtalira Bayu, Meurah Mulia, Matang Kuli, Paya Bakong, Cot Girek, Tanah Jambo Aye, Langkahan, Baktiya Barat, Lhoksukon, Lhok Nibong, Tanah Luas, Samudera, Syamtalira Aron, Nisam Antara, Geureudong Pase, Pirak Timu, Lapang